Pengembangan Wisata Snorkeling di Kabupaten Blitar
Analisis Potensi Pantai Sumur Gemuling dan Pantai Pangi
DOI:
https://doi.org/10.66151/jurnalpradah.v2i2.14Keywords:
wisata snorkeling, terumbu karang, pengembangan destinasi, Kabupaten BlitarAbstract
Memiliki garis pantai sepanjang 46 kilometer dan sekitar 30 pulau kecil, Kabupaten Blitar mempunyai potensi untuk mengembangkan wisata bahari, salah satunya melalui snorkeling. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pengembangan wisata snorkeling di Kabupaten Blitar dengan studi kasus Pantai Sumur Gemuling dan Pantai Pangi. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, pengukuran parameter biofisik perairan, analisis tutupan terumbu karang, serta perhitungan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) snorkeling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutupan terumbu karang di Pantai Sumur Gemuling berkisar 30–50% dengan komposisi biota yang beragam dan kondisi perairan relatif aman bagi pemula. Nilai IKW Pantai Sumur Gemuling pada rentang 60-72% termasuk kategori S2 (sesuai), sedangkan Pantai Pangi, khususnya pada Pangi Snorkeling Point memperoleh nilai 60% dengan kategori S2 (sesuai). Secara keseluruhan, kedua lokasi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi snorkeling berbasis ekowisata dengan pendekatan pengelolaan yang menekankan konservasi terumbu karang, pengaturan daya dukung lingkungan, dan penguatan tata kelola berbasis masyarakat guna menjamin keberlanjutan ekologis dan ekonomi kawasan pesisir.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Wahyuana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

